Beranda Coding Memahami Flutter dan Ekosistemnya untuk Pemula
CodingFlutter

Memahami Flutter dan Ekosistemnya untuk Pemula

Pelajari apa itu Flutter, Dart, cara kerja Flutter, widget, cross-platform development, ekosistem Flutter, dan alasan Flutter cocok dipelajari pemula.

Bagikan
memahami flutter
Bagikan

Jika Anda ingin menjadi Flutter Developer, jangan terburu-buru membuka editor kode dan membuat aplikasi pertama.

Sebelum mempelajari widget, membuat layout, menghubungkan REST API, atau menggunakan state management, ada satu tahap penting yang sering dilewati pemula, yaitu memahami Flutter dan ekosistemnya.

Memahami konsep dasar terlebih dahulu akan membuat proses belajar pada tahap berikutnya menjadi lebih mudah. Anda akan mengetahui apa yang sedang dipelajari, mengapa Flutter menggunakan Dart, bagaimana aplikasi Flutter bekerja, serta bagaimana Flutter berhubungan dengan Android, iOS, web, dan desktop.

Flutter juga bukan sekadar kumpulan widget untuk membuat tampilan aplikasi. Di dalamnya terdapat framework, engine, tools, package, plugin, serta berbagai komponen lain yang bekerja bersama untuk membantu developer membangun aplikasi.

Artikel ini merupakan Level 0 dari Roadmap Belajar Flutter dari Nol Sampai Siap Kerja yang dibahas oleh Raja Putra Media.

Pada tahap ini, kita belum fokus membuat aplikasi yang kompleks. Tujuan utamanya adalah membangun fondasi pemahaman sebelum masuk ke tahap programming, Dart, dan Flutter secara lebih teknis.

Apa Itu Flutter?

Flutter adalah framework open-source untuk membangun aplikasi multiplatform menggunakan satu codebase.

Flutter dikembangkan dan dikelola sebagai proyek open-source dengan dukungan Google dan komunitas developer.

Flutter dapat digunakan untuk membuat aplikasi untuk berbagai platform, termasuk:

  • Android
  • iOS
  • Web
  • Windows
  • macOS
  • Linux
  • Platform tertentu yang mendukung integrasi Flutter

Konsep multiplatform merupakan salah satu alasan Flutter menarik untuk dipelajari.

Bayangkan Anda ingin membuat sebuah aplikasi bisnis. Tanpa pendekatan cross-platform, Anda mungkin perlu mempertimbangkan implementasi yang berbeda untuk platform Android dan iOS.

Dengan Flutter, sebagian besar kode aplikasi dapat digunakan bersama untuk beberapa platform, sementara bagian tertentu tetap dapat diintegrasikan dengan kemampuan native apabila dibutuhkan.

Namun, penting untuk memahami bahwa satu codebase bukan berarti setiap platform selalu membutuhkan konfigurasi yang sama persis.

Setiap platform memiliki karakteristik, API, sistem operasi, dan kebutuhan deployment masing-masing.

Flutter Bukan Bahasa Pemrograman

Salah satu kesalahpahaman yang cukup umum bagi pemula adalah menganggap Flutter sebagai bahasa pemrograman.

Flutter bukan bahasa pemrograman. Flutter adalah framework atau UI toolkit. Bahasa pemrograman yang digunakan Flutter adalah Dart.

Hubungan sederhananya dapat digambarkan seperti ini:

Dart
  ↓
Bahasa Pemrograman
  ↓
Flutter
  ↓
Framework / UI Toolkit
  ↓
Aplikasi

Karena itu, jika Anda ingin belajar Flutter dari nol, Anda juga perlu mempelajari Dart.

Tidak harus langsung menjadi ahli Dart sebelum menyentuh Flutter. Namun, pemahaman dasar Dart akan menjadi fondasi penting untuk memahami kode Flutter.

Apa Itu Dart?

Dart adalah bahasa pemrograman yang digunakan oleh Flutter.

Dart dikembangkan oleh Google dan dirancang untuk membangun aplikasi yang membutuhkan performa baik serta mendukung pengembangan lintas platform.

Dalam roadmap ini, Dart akan dipelajari secara khusus pada Level 2 — Belajar Bahasa Dart dari Nol

Sebelum sampai ke tahap tersebut, Anda cukup memahami bahwa Dart merupakan bahasa yang digunakan untuk menulis kode Flutter.

Contoh sederhana kode Dart:

void main() {
  print('Hello Flutter');
}

Kode tersebut belum merupakan aplikasi Flutter.

Ini adalah contoh program sederhana menggunakan Dart.

Ketika masuk ke Flutter, Anda akan menggunakan Dart untuk mendefinisikan berbagai bagian aplikasi seperti:

  • Widget
  • Function
  • Class
  • Model
  • State
  • Business logic
  • API service
  • Repository
  • dan berbagai komponen aplikasi lainnya
Baca juga:  Kelebihan dan Kekurangan PHP yang Perlu Diketahui Pemula

Bagaimana Hubungan Dart dan Flutter?

Cara paling mudah memahaminya adalah dengan membandingkannya dengan alat pembangunan.

Dart adalah bahasa yang digunakan untuk menulis instruksi. Flutter adalah framework yang menyediakan berbagai alat dan struktur untuk membangun aplikasi.

Misalnya, ketika membuat aplikasi Flutter, Anda dapat menggunakan Dart untuk menulis:

Text('Hello World')

Text merupakan salah satu widget Flutter.

Dart digunakan untuk menulis kode tersebut, sedangkan Flutter menyediakan framework dan widget yang memungkinkan kode tersebut menjadi bagian dari antarmuka aplikasi.

Jadi:

Dart
→ bahasa pemrograman

Flutter
→ framework / UI toolkit

Widget
→ building block antarmuka

Application
→ hasil yang dibangun menggunakan semuanya

Memahami hubungan ini sejak awal akan menghindarkan Anda dari kebingungan ketika mulai mengikuti tutorial Flutter.

Mengapa Flutter Disebut Cross-Platform?

Flutter dirancang untuk memungkinkan developer membangun aplikasi untuk beberapa platform dengan menggunakan codebase yang dapat digunakan bersama.

Misalnya:

                Flutter
                   │
        ┌──────────┼──────────┐
        ↓          ↓          ↓
     Android      iOS        Web
        │          │          │
        └──────────┼──────────┘
                   ↓
          Shared Application Code

Pendekatan ini dapat mengurangi kebutuhan untuk menulis seluruh logika aplikasi secara terpisah untuk setiap platform.

Namun, aplikasi tetap dapat berinteraksi dengan fitur khusus platform apabila diperlukan.

Contohnya:

  • Kamera
  • GPS
  • Bluetooth
  • Push notification
  • File system
  • Sensor perangkat
  • Payment
  • Native API

Flutter menyediakan mekanisme dan plugin untuk membantu aplikasi berkomunikasi dengan kemampuan platform tersebut.

Flutter Bisa Digunakan untuk Membuat Apa?

Flutter dapat digunakan untuk membuat berbagai jenis aplikasi.

Contohnya:

1. Aplikasi Bisnis

Misalnya:

  • Employee management
  • Inventory
  • Sales
  • CRM
  • Dashboard
  • Reporting

2. Aplikasi E-Commerce

Misalnya:

  • Product catalog
  • Shopping cart
  • Checkout
  • Order tracking
  • Customer account

3. Aplikasi Pendidikan

Misalnya:

  • Learning management system
  • Online course
  • Quiz
  • Student management
  • E-learning

4. Aplikasi Produktivitas

Misalnya:

  • To-do
  • Notes
  • Calendar
  • Expense tracker
  • Project management

5. Aplikasi Layanan

Misalnya:

  • Booking
  • Delivery
  • Transportation
  • Marketplace
  • Customer service

6. Aplikasi Internal Perusahaan

Flutter juga dapat digunakan untuk membangun aplikasi internal yang digunakan oleh karyawan untuk mengakses sistem perusahaan.

Dengan demikian, belajar Flutter tidak hanya berarti belajar membuat aplikasi sederhana.

Konsep yang sama dapat dikembangkan menjadi aplikasi dengan authentication, database, API, role management, notification, dan berbagai fitur lainnya.

Apa yang Membuat Flutter Berbeda?

Flutter memiliki beberapa karakteristik yang penting dipahami sejak awal.

1. Widget-Based

Antarmuka Flutter dibangun menggunakan widget.

Hampir semua elemen yang Anda lihat dalam aplikasi dapat direpresentasikan melalui widget.

Contohnya:

Screen
 ├── AppBar
 ├── Text
 ├── Image
 ├── Button
 └── ListView

Widget juga dapat disusun menjadi widget lain.

Misalnya:

Scaffold
   ↓
Column
   ├── Text
   ├── Image
   └── Button

Konsep komposisi widget ini akan menjadi salah satu materi terpenting ketika masuk ke Level 5 — Menguasai Widget Flutter.

Apa Itu Widget dalam Flutter?

Widget dapat dipahami sebagai building block untuk membangun user interface Flutter.

Contohnya:

Text('Belajar Flutter')

Widget tersebut digunakan untuk menampilkan teks.

Contoh lain:

Column(
  children: [
    Text('Nama'),
    Text('Raja Putra Media'),
  ],
)

Di sini Column digunakan untuk menyusun beberapa widget secara vertikal.

Dari konsep sederhana tersebut, aplikasi yang kompleks dapat dibangun dengan menggabungkan banyak widget.

Contoh struktur sederhana:

MaterialApp
└── Scaffold
    ├── AppBar
    └── Body
        └── Column
            ├── Text
            ├── Image
            └── ElevatedButton

Inilah alasan mengapa memahami widget menjadi sangat penting bagi siapa pun yang ingin belajar Flutter.

Flutter Menggunakan Pendekatan Declarative UI

Flutter menggunakan pendekatan declarative UI.

Secara sederhana, Anda mendeskripsikan seperti apa tampilan aplikasi berdasarkan kondisi atau state tertentu.

Misalnya:

State = Loading
       ↓
Tampilkan Loading Indicator

State = Success
       ↓
Tampilkan Data

State = Error
       ↓
Tampilkan Error Message

Ketika state berubah, bagian UI yang bergantung pada state tersebut dapat dibangun kembali agar mencerminkan kondisi terbaru.

Konsep ini akan menjadi sangat penting ketika Anda mulai mempelajari:

  • StatefulWidget
  • State management
  • REST API
  • Loading state
  • Error handling
  • Architecture

Karena itu, jangan hanya menghafalkan widget.

Cobalah memahami cara berpikir di balik pendekatan declarative tersebut.

Bagaimana Cara Kerja Flutter Secara Sederhana?

Anda tidak perlu memahami arsitektur Flutter secara mendalam pada Level 0.

Baca juga:  Fungsi PHP dalam Pengembangan Website dan Aplikasi Web

Namun, gambaran sederhananya penting.

Ketika Anda menulis aplikasi Flutter menggunakan Dart, kode tersebut diproses oleh Flutter dan runtime/engine-nya untuk menghasilkan tampilan aplikasi pada platform yang ditargetkan.

Secara konseptual:

Dart Code
    ↓
Flutter Framework
    ↓
Flutter Engine
    ↓
Platform
    ↓
Pixels / User Interface

Flutter memiliki beberapa lapisan teknologi yang bekerja bersama. Framework menyediakan API dan konsep seperti widget.

Engine menangani berbagai pekerjaan tingkat lebih rendah yang diperlukan untuk menjalankan dan merender aplikasi.

Platform embedder menghubungkan aplikasi Flutter dengan platform tempat aplikasi dijalankan.

Anda belum perlu menghafalkan semua lapisan tersebut.

Untuk pemula, cukup pahami bahwa Flutter bukan sekadar kumpulan widget, tetapi sebuah ekosistem teknologi yang memiliki framework, engine, tools, dan integrasi platform.

Apa Itu Flutter SDK?

Ketika mulai belajar Flutter, Anda akan sering mendengar istilah Flutter SDK.

SDK adalah singkatan dari Software Development Kit.

Flutter SDK menyediakan berbagai tools dan library yang diperlukan untuk mengembangkan aplikasi Flutter.

Di dalam workflow pengembangan, Anda akan berinteraksi dengan berbagai command Flutter.

Contohnya:

flutter doctor

atau:

flutter create my_app

dan:

flutter run

Command tersebut akan menjadi lebih sering digunakan ketika Anda masuk ke Level 3 — Setup Flutter Development Environment.

Jadi, Flutter SDK dapat dipandang sebagai salah satu fondasi lingkungan pengembangan Flutter.

Apa Itu Flutter SDK, Dart SDK, dan Flutter Framework?

Pemula sering bingung karena menemukan banyak istilah yang terlihat mirip.

Mari sederhanakan.

Dart

Bahasa pemrograman yang digunakan untuk menulis kode.

Dart SDK

Kumpulan tools dan library yang diperlukan untuk mengembangkan menggunakan Dart.

Flutter Framework

Framework yang menyediakan berbagai API dan komponen untuk membangun aplikasi Flutter.

Flutter SDK

Paket development Flutter yang menyediakan berbagai tools, framework, dan komponen yang diperlukan untuk mengembangkan aplikasi Flutter.

Gambaran sederhananya:

Flutter SDK
│
├── Flutter Framework
│
├── Flutter Tools
│
└── Dart SDK

Struktur internal sebenarnya lebih kompleks, tetapi gambaran ini cukup untuk tahap awal.

Apa Itu Flutter Engine?

Flutter Engine merupakan bagian penting yang berada di bawah Flutter framework.

Anda tidak akan sering berinteraksi langsung dengan engine ketika baru mulai belajar.

Namun, mengetahui keberadaannya membantu memahami bagaimana Flutter bekerja.

Secara sederhana, engine membantu menjalankan kode Flutter dan menangani berbagai pekerjaan tingkat rendah yang berkaitan dengan rendering, input, teks, dan komunikasi dengan platform.

Salah satu karakteristik Flutter adalah UI tidak sekadar bergantung pada widget UI native sistem operasi.

Flutter memiliki mekanisme rendering sendiri sehingga dapat memberikan kontrol yang konsisten terhadap tampilan aplikasi.

Untuk Level 0, Anda cukup memahami konsep tersebut tanpa harus mempelajari detail implementasi engine.

Apa Itu Flutter Widget Tree?

Ketika Anda membangun UI Flutter, widget biasanya tersusun dalam bentuk hierarki.

Struktur tersebut sering disebut sebagai widget tree.

Contoh:

MaterialApp
└── Scaffold
    ├── AppBar
    │   └── Text
    │
    └── Body
        └── Column
            ├── Image
            ├── Text
            └── ElevatedButton

Mengapa ini penting?

Karena ketika belajar Flutter, Anda akan sering berpikir:

"Widget ini berada di dalam widget apa?"

dan:

"Bagaimana parent widget memengaruhi child widget?"

Pemahaman widget tree akan membantu Anda ketika belajar layout, constraints, state, navigation, dan responsive design.

Apa Itu Flutter Package dan Plugin?

Dalam pengembangan aplikasi nyata, Anda tidak selalu harus membuat semuanya dari nol.

Flutter memiliki ekosistem package yang dapat digunakan untuk menambahkan berbagai kemampuan.

Misalnya kebutuhan aplikasi:

Flutter App
│
├── UI
├── State Management
├── Networking
├── Database
├── Authentication
├── Maps
└── Notification

Untuk beberapa kebutuhan tersebut, Anda dapat menggunakan package atau plugin yang sesuai.

Namun, pemula perlu berhati-hati.

Jangan langsung memasang banyak package hanya karena tutorial menggunakannya.

Sebelum menggunakan package, biasakan mempertimbangkan:

  • Apakah package tersebut benar-benar diperlukan?
  • Apakah masih aktif dikembangkan?
  • Apakah dokumentasinya jelas?
  • Apakah kompatibel dengan kebutuhan project?
  • Apakah ada alternatif yang lebih sederhana?
  • Apakah Anda memahami fungsi package tersebut?

Tujuannya bukan menggunakan sebanyak mungkin package.

Tujuannya adalah membuat aplikasi yang stabil, mudah dipahami, dan mudah dipelihara.

Apa Perbedaan Flutter dengan Native Development?

Dalam pengembangan native, developer biasanya menggunakan teknologi khusus untuk platform tertentu.

Baca juga:  Roadmap Belajar Flutter dari Nol Sampai Siap Kerja

Contohnya:

Android
→ Kotlin / Java

iOS
→ Swift / Objective-C

Sementara Flutter menggunakan Dart sebagai bahasa utama untuk pengembangan aplikasinya.

Perbedaan sederhananya:

AspekNativeFlutter
BahasaBerbeda berdasarkan platformDart
CodebaseDapat terpisahDapat digunakan bersama lintas platform
UIPlatform-nativeFlutter widget/rendering
Cross-platformMembutuhkan strategi tersendiriMenjadi salah satu tujuan utama
Integrasi nativeLangsungDapat menggunakan plugin/platform integration
Learning pathBerbeda per platformTerpusat pada Flutter + Dart

Bukan berarti salah satu pendekatan selalu lebih baik untuk semua project.

Pemilihan teknologi bergantung pada kebutuhan aplikasi, platform, kemampuan tim, fitur yang dibutuhkan, serta berbagai pertimbangan teknis lainnya.

Sebagai pemula yang ingin fokus pada cross-platform development, Flutter dapat menjadi salah satu pilihan untuk dipelajari.

Apakah Belajar Flutter Harus Bisa Android Native?

Tidak.

Jika target awal Anda adalah menjadi Flutter Developer, Anda dapat fokus mempelajari:

Programming
   ↓
Dart
   ↓
Flutter
   ↓
API
   ↓
Database
   ↓
Architecture
   ↓
Testing
   ↓
Deployment

Namun, semakin tinggi kemampuan Anda, pemahaman dasar tentang platform native dapat menjadi nilai tambah.

Misalnya ketika harus menangani:

  • Permission
  • Push notification
  • Background processing
  • Native SDK
  • Platform-specific API
  • Native configuration

Pada tahap advanced, Anda dapat mempelajari bagaimana Flutter berkomunikasi dengan kode platform.

Jadi, native development bukan syarat untuk memulai Flutter, tetapi dapat menjadi skill tambahan yang berguna.

Apakah Flutter Hanya untuk Android?

Tidak.

Flutter dapat digunakan untuk pengembangan aplikasi pada berbagai platform.

Untuk roadmap ini, fokus awal kita adalah mobile development, terutama Android dan iOS.

Namun, ekosistem Flutter juga mencakup:

  • Web
  • Windows
  • macOS
  • Linux

Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa konsep cross-platform sangat penting ketika mempelajari Flutter.

Meskipun demikian, jangan mencoba mempelajari seluruh target platform sekaligus.

Jika Anda masih pemula, fokuskan terlebih dahulu pada satu jalur.

Contohnya:

Dart → Flutter → Android → API → Database → Portfolio

Setelah fundamental kuat, Anda dapat memperluas kemampuan ke platform lain.

Apa yang Harus Dipahami Sebelum Mulai Coding Flutter?

Sebelum masuk ke coding Flutter, ada beberapa konsep yang sebaiknya Anda pahami.

1. Programming

Pahami:

  • Variable
  • Data type
  • Conditional
  • Loop
  • Function
  • Object
  • Class

2. Dart

Pahami syntax dasar Dart.

3. Flutter

Pahami:

  • Widget
  • Widget tree
  • StatelessWidget
  • StatefulWidget
  • Build method
  • Layout

4. Development Environment

Pahami:

  • Flutter SDK
  • IDE
  • Android SDK
  • Emulator
  • Physical device
  • Terminal

Anda tidak perlu menguasai semuanya sekarang.

Roadmap ini memang dibuat bertahap agar setiap konsep dipelajari ketika waktunya tepat.

Apa yang Perlu Dipelajari pada Level 0?

Pada Level 0, jangan mengejar kemampuan membuat aplikasi. Fokus pada pemahaman konsep berikut:

MateriTarget Pemahaman
FlutterMemahami apa dan untuk apa Flutter
DartMemahami hubungan Dart dengan Flutter
Cross-platformMemahami konsep codebase lintas platform
WidgetMemahami widget sebagai building block UI
Widget treeMemahami struktur UI Flutter
Flutter SDKMemahami fungsi SDK
Flutter EngineMemahami perannya secara umum
PackageMemahami fungsi package
PluginMemahami integrasi dengan platform
NativeMemahami perbedaan Flutter dan native
EcosystemMemahami komponen utama Flutter

Jika Anda sudah memahami konsep tersebut, Anda dapat melanjutkan ke Level 1.

Apakah Perlu Langsung Install Flutter?

Jika Anda ingin mengikuti roadmap secara praktik, Anda boleh mulai menyiapkan environment. Namun, dari sisi pembelajaran, tidak masalah jika Level 0 diselesaikan terlebih dahulu.

Tujuan utama Level 0 adalah menjawab pertanyaan:

"Apa sebenarnya yang akan saya pelajari?"

Setelah jawabannya jelas, Anda akan lebih siap masuk ke tahap berikutnya.

Pada Level 1, fokus kita akan bergeser ke fundamental programming.

Mini Quiz Level 0

Sebelum melanjutkan, coba jawab pertanyaan berikut tanpa melihat kembali artikel.

Pertanyaan 1

Apakah Flutter merupakan bahasa pemrograman?

Jawaban: Tidak. Flutter adalah framework/UI toolkit, sedangkan Dart adalah bahasa pemrograman yang digunakan Flutter.

Pertanyaan 2

Apa fungsi widget dalam Flutter?

Jawaban: Widget merupakan building block yang digunakan untuk menyusun user interface aplikasi.

Pertanyaan 3

Apa yang dimaksud dengan cross-platform?

Jawaban: Pendekatan pengembangan yang memungkinkan aplikasi dibangun untuk beberapa platform dengan penggunaan codebase yang dapat digunakan bersama.

Pertanyaan 4

Apakah Flutter hanya dapat digunakan untuk Android?

Jawaban: Tidak. Flutter mendukung berbagai platform, termasuk Android, iOS, web, dan desktop.

Pertanyaan 5

Apakah pemula harus langsung mempelajari semua fitur Flutter?

Jawaban: Tidak. Belajar secara bertahap lebih efektif. Mulai dari fundamental, kemudian naik ke materi yang lebih kompleks.

Checklist Level 0

Sebelum lanjut ke level berikutnya, pastikan Anda sudah dapat menjelaskan:

  • Apa itu Flutter
  • Apa itu Dart
  • Perbedaan Flutter dan Dart
  • Apa yang dimaksud cross-platform
  • Apa itu widget
  • Apa itu widget tree
  • Apa fungsi Flutter SDK
  • Apa peran Flutter Engine
  • Apa itu package
  • Apa itu plugin
  • Perbedaan Flutter dengan native development
  • Platform yang dapat ditargetkan Flutter
  • Gambaran umum ekosistem Flutter

Jika sebagian besar pertanyaan tersebut sudah dapat Anda jawab dengan bahasa sendiri, berarti Anda sudah memiliki fondasi konseptual yang cukup untuk melanjutkan.

Kesimpulan

Flutter adalah framework open-source untuk membangun aplikasi multiplatform, sedangkan Dart adalah bahasa pemrograman yang digunakan untuk menulis aplikasi Flutter.

Memahami perbedaan keduanya merupakan langkah pertama yang penting bagi pemula.

Flutter menggunakan konsep widget sebagai building block untuk membangun user interface. Widget kemudian disusun dalam widget tree dan digunakan untuk membentuk tampilan aplikasi yang lebih kompleks.

Selain framework dan widget, ekosistem Flutter juga terdiri dari SDK, engine, tools, package, plugin, serta berbagai mekanisme integrasi dengan platform.

Anda tidak perlu memahami seluruh bagian tersebut secara mendalam pada tahap awal.

Yang terpenting adalah memahami gambaran besarnya:

Dart
  ↓
Flutter
  ↓
Widgets
  ↓
User Interface
  ↓
Application Logic
  ↓
API / Database
  ↓
Complete Application

Setelah memahami konsep dasar ini, perjalanan belajar dapat dilanjutkan ke fundamental programming.

Bagikan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait
roadmap belajar Flutter
CodingFlutter

Roadmap Belajar Flutter dari Nol Sampai Siap Kerja

Pelajari roadmap belajar Flutter dari nol sampai siap kerja secara bertahap. Mulai...

php digunakan untuk apa
CodingPHP

PHP Digunakan untuk Apa? Contoh Penggunaan PHP

PHP digunakan untuk apa? Pelajari contoh penggunaan PHP untuk website dinamis, login,...

kelebihan kekurangan php
CodingPHP

Kelebihan dan Kekurangan PHP yang Perlu Diketahui Pemula

Ketahui kelebihan dan kekurangan PHP untuk pemula, mulai dari kemudahan belajar, ekosistem,...

cara kerja php
CodingPHP

Cara Kerja PHP dalam Website: Dari Browser hingga Server

Cara kerja PHP dalam website dari browser ke server. Pelajari alur request,...