Beranda Coding Apakah PHP Masih Relevan untuk Dipelajari? Ini Faktanya
CodingPHP

Apakah PHP Masih Relevan untuk Dipelajari? Ini Faktanya

Apakah PHP masih relevan untuk dipelajari? Simak penggunaan PHP saat ini, perkembangan PHP 8.x, ekosistem, peluang belajar, dan pertimbangannya untuk pemula.

Bagikan
apakah php masih relevan
Bagikan

Jika Anda sedang memilih bahasa pemrograman untuk dipelajari, mungkin pernah muncul pertanyaan: apakah PHP masih relevan untuk dipelajari?

Pertanyaan ini cukup wajar. PHP sudah digunakan selama puluhan tahun dan saat ini tersedia banyak teknologi lain untuk membangun website maupun aplikasi, mulai dari JavaScript, Python, Go, Java, hingga berbagai framework modern.

Namun, usia sebuah bahasa pemrograman tidak otomatis menunjukkan bahwa teknologi tersebut sudah tidak digunakan.

Untuk melihat relevansi PHP secara lebih objektif, kita perlu melihat beberapa hal: apakah PHP masih digunakan di web, apakah pengembangannya masih aktif, bagaimana kondisi PHP modern, seperti apa ekosistemnya, serta jenis proyek yang masih cocok menggunakan PHP.

Pada 2026, jawabannya dapat dilihat dari data penggunaan dan perkembangan teknologinya. W3Techs mencatat PHP digunakan oleh 69,8% website yang teknologi server-side-nya diketahui pada 29 September 2026. Bahkan pada kelompok 1 juta website dengan peringkat tertinggi, PHP masih digunakan oleh sekitar 64,8%. Data tersebut menggambarkan penggunaan teknologi pada website, bukan jumlah developer, lowongan kerja, atau kualitas masing-masing teknologi.

Di sisi pengembangan bahasa, PHP juga masih memiliki versi yang mendapatkan dukungan resmi. Saat ini PHP memiliki beberapa cabang 8.x yang masih didukung, termasuk PHP 8.2, 8.3, 8.4, dan 8.5. PHP 8.5 sendiri dirilis pada 20 November 2025.

Artinya, ketika membicarakan PHP pada 2026, kita sebaiknya tidak hanya membayangkan PHP versi lama. Yang perlu dipahami adalah PHP modern dan ekosistem pengembangan web yang menggunakannya saat ini.

Materi ini merupakan bagian dari roadmap pembelajaran Apa Itu PHP? Pengertian, Fungsi, Cara Kerja, dan Contohnya, sebagai teori fundamental pada PHP.

Apakah PHP Masih Relevan?

PHP Masih Digunakan Saat Ini?

Salah satu cara paling sederhana untuk melihat relevansi sebuah teknologi adalah melihat apakah teknologi tersebut masih digunakan dalam proyek nyata.

Dalam kasus PHP, jawabannya jelas terlihat dari penggunaan di web.

Menurut data W3Techs per 29 September 2026, PHP digunakan pada 69,8% website yang server-side programming language-nya diketahui. Penggunaannya juga tetap terlihat ketika data dibagi berdasarkan peringkat website. Pada kelompok top 1.000.000, misalnya, PHP tercatat digunakan oleh 64,8% website dalam kelompok tersebut.

Angka tersebut tidak berarti PHP adalah satu-satunya teknologi yang digunakan website-website tersebut. Sebuah website dapat menggunakan PHP di backend sekaligus JavaScript pada frontend, database seperti MySQL atau PostgreSQL, web server seperti Nginx atau Apache, dan berbagai layanan cloud.

Data tersebut juga tidak dapat digunakan untuk menyimpulkan jumlah developer PHP atau peluang pekerjaan. Namun, data itu menunjukkan satu hal penting: PHP masih menjadi bagian dari infrastruktur web dalam jumlah besar.

Hal ini membuat pertanyaan “apakah PHP masih digunakan?” berbeda dengan pertanyaan “apakah PHP merupakan teknologi baru?”

PHP memang bukan teknologi baru. Tetapi sebuah teknologi tidak harus baru untuk tetap relevan.

Yang lebih penting adalah apakah teknologi tersebut masih digunakan, dikembangkan, dipelihara, dan memiliki ekosistem yang memungkinkan developer membangun serta merawat aplikasi.

Dalam konteks tersebut, PHP digunakan untuk apa, yang jelas masih memiliki karakteristik yang perlu diperhatikan.

PHP Masih Dikembangkan?

Selain melihat penggunaan, kita juga perlu melihat perkembangan bahasa itu sendiri.

PHP masih memiliki siklus rilis dan dukungan resmi. Model dukungan PHP menetapkan sekitar dua tahun active support, kemudian dua tahun security support untuk setiap cabang versi. Setelah periode tersebut berakhir, versi memasuki end of life dan tidak lagi mendapatkan dukungan resmi.

Pada 2026, cabang PHP yang masih tercantum dalam daftar supported versions adalah:

VersiSecurity Support Sampai
PHP 8.231 Desember 2026
PHP 8.331 Desember 2027
PHP 8.431 Desember 2028
PHP 8.531 Desember 2029

Tanggal tersebut mengikuti kebijakan dukungan resmi PHP dan dapat menjadi salah satu pertimbangan ketika memilih versi untuk dipelajari atau digunakan dalam proyek.

PHP juga tidak berhenti pada PHP 8.0.

PHP 8.5 dirilis pada 20 November 2025 dengan sejumlah perubahan dan fitur baru, termasuk URI extension, pipe operator |>, kemampuan mengubah properti ketika melakukan cloning object melalui sintaks baru, atribut #[\NoDiscard], serta dukungan closure dan first-class callable dalam constant expressions.

Dengan demikian, belajar PHP pada 2026 sebaiknya tidak berarti mempelajari pola pemrograman PHP yang sudah lama dan kemudian berhenti di sana.

Justru sebaliknya.

Jika Anda mulai sekarang, sebaiknya arah pembelajaran langsung menuju PHP modern.

PHP Modern Berbeda dengan PHP Lama

Salah satu alasan munculnya anggapan bahwa PHP sudah ketinggalan zaman adalah pengalaman melihat kode PHP lama.

Kode PHP dari proyek lama memang dapat terlihat sangat berbeda dibandingkan gaya pengembangan PHP modern.

Dalam proyek legacy, Anda mungkin menemukan:

  • kode PHP yang sangat procedural,
  • struktur file yang tidak konsisten,
  • penggunaan fungsi lama,
  • aplikasi tanpa automated testing,
  • dependensi yang sudah usang,
  • praktik keamanan yang kurang baik,
  • dan kode yang sulit dipelihara.

Namun, kondisi tersebut tidak dapat digunakan untuk menggambarkan seluruh ekosistem PHP saat ini.

PHP modern sudah memiliki banyak fitur bahasa yang mendukung pendekatan pemrograman yang lebih terstruktur.

Contohnya adalah:

  • typed properties,
  • union types,
  • attributes,
  • constructor property promotion,
  • named arguments,
  • enumerations,
  • readonly properties,
  • readonly classes,
  • first-class callable,
  • match expression,
  • nullsafe operator,
  • fibers,
  • serta berbagai peningkatan lain pada PHP 8.x.

Karena itu, terdapat perbedaan penting antara:

"PHP lama masih ada"

dan

"PHP modern tidak berkembang."

Keduanya bukan hal yang sama.

Faktanya, ekosistem web memang memiliki banyak aplikasi lama yang masih harus dirawat. Pada saat yang sama, bahasa PHP terus mengalami pengembangan melalui versi-versi baru.

Baca juga:  PHP vs JavaScript: Perbedaan dan Kapan Menggunakannya

Data W3Techs juga menunjukkan bahwa penggunaan PHP 8 terus menjadi bagian besar dari instalasi PHP yang terdeteksi. Pada 1 Oktober 2026, sekitar 64,3% penggunaan PHP yang tercatat dalam survei versi tersebut berada pada PHP 8, sedangkan PHP 7 masih memiliki porsi yang cukup besar. Data ini sekaligus menunjukkan adanya masalah legacy dan kebutuhan migrasi yang masih nyata.

Bagi developer, situasi tersebut justru membuat kemampuan memahami PHP modern dan memahami kode legacy sama-sama memiliki konteks praktis.

Mengapa PHP Masih Banyak Digunakan?

Ada beberapa alasan mengapa PHP tetap digunakan dalam pengembangan website dan aplikasi web.

1. PHP Memang Dirancang untuk Web

Memiliki sejarah PHP cukup panjang sebagai bahasa yang sangat erat dengan pengembangan web.

Kode PHP dapat digunakan untuk menghasilkan HTML secara dinamis, memproses form, mengakses database, mengelola session, melakukan autentikasi, membangun backend aplikasi, hingga menyediakan API.

Karakter tersebut membuat PHP tetap relevan untuk berbagai jenis aplikasi berbasis web.

2. Ekosistemnya Sudah Besar

Sebuah teknologi yang sudah digunakan selama bertahun-tahun biasanya memiliki ekosistem yang luas.

Dalam PHP, Anda dapat menemukan:

  • Composer untuk dependency management,
  • berbagai package,
  • framework,
  • CMS,
  • library,
  • dokumentasi,
  • hosting,
  • tool deployment,
  • dan komunitas developer.

Ekosistem yang besar juga berarti developer tidak selalu harus membangun semuanya dari awal.

3. Banyak Aplikasi Lama Masih Harus Dirawat

Relevansi teknologi tidak hanya ditentukan oleh proyek baru.

Ada banyak aplikasi yang sudah berjalan selama bertahun-tahun dan tetap membutuhkan:

  • maintenance,
  • bug fixing,
  • security update,
  • integrasi,
  • migrasi,
  • optimasi,
  • dan pengembangan fitur.

Karena itu, teknologi yang digunakan pada aplikasi lama tetap membutuhkan developer yang memahami teknologi tersebut.

Namun, ini bukan berarti developer harus terus menggunakan teknologi lama untuk proyek baru.

Justru salah satu keterampilan penting adalah mengetahui kapan kode lama perlu dipertahankan, diperbaiki, atau dimigrasikan.

4. PHP Mendukung Berbagai Skala Aplikasi

PHP dapat digunakan untuk website sederhana maupun aplikasi web yang memiliki kebutuhan lebih kompleks.

Contohnya:

  • website company profile,
  • blog,
  • portal berita,
  • sistem informasi,
  • dashboard,
  • aplikasi administrasi,
  • e-commerce,
  • membership platform,
  • customer portal,
  • backend API,
  • dan aplikasi bisnis.

Pemilihan arsitektur, framework, database, caching, deployment, serta infrastruktur tetap menjadi faktor penting ketika aplikasi berkembang.

Jadi, kemampuan PHP saja tidak otomatis menentukan kemampuan sebuah aplikasi untuk menangani skala tertentu.

Apakah Laravel Membuat PHP Tetap Relevan?

Laravel merupakan salah satu framework penting dalam ekosistem PHP modern.

Dokumentasi Laravel saat ini menunjukkan bahwa framework tersebut terus dikembangkan dan mendukung kebutuhan aplikasi web modern, termasuk routing, validation, caching, queues, file storage, testing, serta integrasi dengan pendekatan frontend modern. Laravel juga menyediakan penggunaan sebagai API backend untuk aplikasi JavaScript maupun mobile.

Pada 2026, Laravel 13 juga memiliki siklus dukungan tersendiri dan mendukung PHP 8.3 hingga PHP 8.5.

Hal ini menunjukkan hubungan yang menarik.

PHP menyediakan bahasa dan runtime. Laravel menyediakan struktur serta berbagai abstraksi untuk membangun aplikasi.

Dengan framework seperti Laravel, developer tidak harus menulis seluruh kebutuhan aplikasi dari level paling dasar.

Misalnya, aplikasi dapat menggunakan:

Route::get('/products', function () {
    return view('products');
});

Kode tersebut memang sederhana, tetapi menunjukkan bagaimana framework dapat memberikan struktur routing di atas PHP.

Karena itu, jika Anda ingin menjadi web developer PHP modern, pembelajaran biasanya tidak berhenti pada sintaks PHP dasar.

PHP menjadi fondasi. Framework kemudian menjadi salah satu lapisan berikutnya.

PHP Masih Cocok untuk Membuat Website?

Jawabannya dapat dilihat dari jenis website yang ingin dibuat.

Untuk website dinamis yang membutuhkan:

  • login,
  • database,
  • dashboard,
  • form,
  • pengelolaan konten,
  • transaksi,
  • membership,
  • atau business logic,

PHP masih dapat digunakan sebagai teknologi server-side.

WordPress juga menjadi contoh penting.

WordPress secara resmi merekomendasikan PHP 8.3 atau lebih baru untuk menjalankan WordPress pada lingkungan modern. WordPress juga menyatakan bahwa PHP 7.4+ masih dapat menjalankan versi tertentu, tetapi versi tersebut sudah mencapai end of life sehingga penggunaan versi lama memiliki risiko keamanan.

Ini memperlihatkan bahwa PHP bukan sekadar teknologi yang ditemukan pada proyek lama.

PHP juga masih menjadi bagian dari platform web yang terus berkembang.

PHP Masih Cocok untuk Backend?

Backend adalah area lain di mana PHP masih dapat digunakan.

PHP dapat menangani berbagai kebutuhan backend seperti:

  • menerima HTTP request,
  • memproses business logic,
  • berkomunikasi dengan database,
  • melakukan autentikasi,
  • mengelola session,
  • memproses file,
  • mengirim email,
  • menjalankan background job,
  • dan menyediakan API.

Framework modern juga dapat membantu mengorganisasi komponen-komponen tersebut.

Laravel, misalnya, secara resmi mendokumentasikan penggunaan framework sebagai API backend untuk aplikasi JavaScript maupun mobile.

Jadi, jika seseorang ingin belajar backend development, PHP masih merupakan salah satu opsi yang dapat dipertimbangkan.

Namun, pilihan bahasa sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan proyek.

Tidak semua backend harus dibuat menggunakan PHP. Begitu juga tidak semua aplikasi PHP harus menggunakan Laravel.

PHP Masih Cocok untuk API?

PHP tidak hanya digunakan untuk menghasilkan HTML.

Aplikasi PHP juga dapat menyediakan REST API yang mengembalikan data dalam format seperti JSON.

Contoh sederhana:

<?php
header('Content-Type: application/json');

$data = [
    'status' => 'success',
    'message' => 'Data berhasil diproses'
];

echo json_encode($data);

Dalam aplikasi nyata, implementasinya tentu akan lebih kompleks.

API dapat melibatkan:

  • routing,
  • authentication,
  • authorization,
  • validation,
  • database,
  • pagination,
  • error handling,
  • rate limiting,
  • logging,
  • dan dokumentasi API.

Framework dapat membantu menangani sebagian besar kebutuhan tersebut. Karena itu, relevansi PHP tidak terbatas pada model website tradisional yang menghasilkan HTML dari server.

PHP juga dapat berada di belakang aplikasi frontend modern.

Apakah Belajar PHP di Tahun 2026 Masih Worth It?

Pertanyaan “worth it atau tidak” sebenarnya bergantung pada tujuan belajar. Tidak ada satu bahasa pemrograman yang harus dipilih oleh semua orang.

Jika tujuan Anda adalah memahami web development, membangun website dinamis, membuat aplikasi bisnis, mempelajari backend, mengembangkan WordPress, menggunakan Laravel, atau bekerja dengan aplikasi PHP yang sudah ada, maka PHP masih memiliki konteks pembelajaran yang jelas pada 2026.

Sebaliknya, jika tujuan utama Anda adalah bidang yang sangat spesifik seperti pengembangan aplikasi tertentu, data science, machine learning, embedded systems, atau kebutuhan lain yang memiliki ekosistem utama di bahasa berbeda, Anda mungkin perlu mempertimbangkan teknologi lain sebagai bagian dari jalur belajar.

Baca juga:  PHP Digunakan untuk Apa? Contoh Penggunaan PHP

Jadi, pertanyaan yang lebih berguna bukan:

"Apakah PHP masih hidup?"

Melainkan:

"Apakah PHP sesuai dengan tujuan yang ingin saya capai?"

Data penggunaan web dan dukungan resmi PHP menunjukkan bahwa PHP masih digunakan dan dikembangkan pada 2026.

Keputusan belajar tetap perlu mempertimbangkan tujuan pribadi, jenis proyek, teknologi yang ingin dikuasai, dan lingkungan kerja yang ingin dituju.

Kapan PHP Mungkin Bukan Pilihan yang Tepat?

PHP bukan solusi untuk setiap kebutuhan.

Ada situasi ketika bahasa atau ekosistem lain mungkin lebih sesuai dengan kebutuhan proyek.

Misalnya, suatu tim mungkin sudah memiliki:

  • backend berbasis Java,
  • layanan Go,
  • ekosistem Python,
  • arsitektur Node.js,
  • atau platform cloud tertentu.

Dalam situasi seperti itu, menggunakan PHP hanya karena PHP populer belum tentu masuk akal.

Begitu pula ketika kebutuhan aplikasi sangat spesifik.

Pemilihan teknologi sebaiknya mempertimbangkan:

  1. kebutuhan aplikasi,
  2. kemampuan tim,
  3. ekosistem library,
  4. infrastruktur,
  5. kebutuhan deployment,
  6. maintenance jangka panjang,
  7. integrasi dengan sistem yang sudah ada,
  8. keamanan,
  9. performa,
  10. dan biaya pengembangan.

Popularitas sebuah bahasa hanya salah satu informasi, bukan satu-satunya dasar pemilihan teknologi.

Tantangan Belajar PHP Saat Ini

Meskipun PHP masih relevan, belajar PHP pada 2026 juga memiliki beberapa tantangan.

Tantangan 1: Banyak Tutorial Lama

Internet memiliki sangat banyak tutorial PHP.

Masalahnya, tidak semuanya menggunakan PHP modern.

Pemula dapat menemukan tutorial yang menggunakan:

mysql_connect();

atau pola coding yang sudah tidak sesuai dengan praktik modern.

Karena itu, jangan hanya mencari “tutorial PHP”.

Cari materi yang secara jelas menggunakan PHP 8.x dan praktik modern.

Tantangan 2: Harus Memahami Legacy Code

Jika suatu saat Anda bekerja dengan aplikasi lama, kemungkinan bertemu kode procedural atau struktur yang kurang modern tetap ada.

Karena itu, belajar PHP modern bukan berarti harus mengabaikan pemahaman terhadap kode lama.

Anda sebaiknya mampu:

  • membaca kode lama,
  • memahami alurnya,
  • menemukan masalah,
  • melakukan refactoring secara bertahap,
  • dan memindahkan aplikasi menuju versi yang lebih modern jika diperlukan.

Tantangan 3: PHP Bukan Satu-Satunya Skill

Belajar PHP saja belum cukup untuk menjadi web developer yang siap membangun aplikasi secara lengkap.

Anda juga perlu memahami konsep seperti:

  • HTML,
  • CSS,
  • JavaScript dasar,
  • HTTP,
  • database,
  • SQL,
  • Git,
  • Composer,
  • REST API,
  • authentication,
  • security,
  • deployment,
  • dan dasar Linux/server.

PHP adalah salah satu bagian dari ekosistem web development.

Harus Belajar PHP Sebelum Laravel?

Jika tujuan Anda adalah menggunakan Laravel, memahami dasar PHP terlebih dahulu sangat membantu.

Laravel memang menyediakan banyak abstraksi.

Namun, abstraksi tersebut tetap dibangun di atas PHP.

Misalnya, ketika melihat:

$user = User::find(10);

pemula perlu memahami konsep seperti:

  • variable,
  • object,
  • method,
  • class,
  • return value,
  • parameter,
  • namespace,
  • dan struktur program.

Tanpa pemahaman dasar tersebut, developer mungkin hanya menghafal sintaks framework.

Karena itu, jalur yang masuk akal adalah:

PHP dasar → PHP modern → OOP → Composer → database → HTTP/API → framework → Laravel

Urutan tersebut tidak harus kaku, tetapi memberikan fondasi yang cukup kuat untuk memahami framework.

Laravel sendiri mendokumentasikan bahwa instalasi aplikasi modern membutuhkan PHP, Composer, dan Laravel installer.

Skill yang Sebaiknya Dipelajari Bersama PHP

Jika Anda benar-benar ingin belajar PHP pada 2026, jangan hanya menghafalkan fungsi-fungsi PHP.

Bangun kemampuan secara bertahap.

1. HTML dan CSS

PHP biasanya digunakan untuk menghasilkan atau memproses halaman web.

Karena itu, pemahaman HTML dan CSS sangat berguna.

2. JavaScript

Anda tidak harus langsung menjadi JavaScript expert.

Namun, memahami JavaScript dasar akan membantu ketika PHP digunakan bersama frontend modern.

3. SQL dan Database

Aplikasi web hampir selalu berhubungan dengan data.

Pelajari:

  • SELECT,
  • INSERT,
  • UPDATE,
  • DELETE,
  • JOIN,
  • indexing,
  • relationship,
  • transaction,
  • dan desain database dasar.

4. Git

Git penting untuk version control.

Biasakan menyimpan project dalam repository sejak awal.

5. Composer

Composer merupakan bagian penting dari ekosistem PHP modern.

Dengan Composer, dependency aplikasi dapat dikelola dengan lebih terstruktur.

6. HTTP dan REST API

Memahami request, response, HTTP method, status code, header, JSON, authentication, dan API akan membuat pemahaman backend menjadi lebih kuat.

7. Security

Developer PHP perlu memahami keamanan aplikasi.

Beberapa konsep yang penting antara lain:

  • input validation,
  • output escaping,
  • SQL injection,
  • XSS,
  • CSRF,
  • authentication,
  • authorization,
  • password hashing,
  • session security,
  • dan dependency updates.

8. Deployment

Setelah aplikasi selesai dibuat, Anda perlu memahami bagaimana aplikasi dijalankan di server.

Materinya dapat berkembang ke:

  • Linux,
  • Nginx atau Apache,
  • PHP-FPM,
  • database server,
  • SSL/HTTPS,
  • environment variables,
  • logging,
  • backup,
  • dan deployment.

Dengan kombinasi tersebut, pembelajaran PHP menjadi lebih dekat dengan kebutuhan pengembangan aplikasi web nyata.

PHP vs Bahasa Pemrograman Lain

Membandingkan PHP dengan bahasa lain sebaiknya dilakukan berdasarkan kebutuhan, bukan sekadar mencari bahasa mana yang “lebih bagus”.

Contohnya:

KebutuhanHal yang Perlu Dipertimbangkan
Website dinamisPHP, JavaScript/Node.js, Python, dan lainnya
Backend APIPHP, Go, Java, Python, Node.js, dan lainnya
WordPressPHP menjadi teknologi utama
LaravelPHP
Data scienceEkosistem Python sering menjadi pertimbangan
Android nativeKotlin/Java
iOS nativeSwift
Sistem tertentuSesuaikan dengan kebutuhan teknis

Tabel tersebut bukan ranking. Tujuannya hanya menunjukkan bahwa pemilihan bahasa sebaiknya mengikuti kebutuhan.

Jika target Anda adalah WordPress atau Laravel, PHP memiliki hubungan langsung dengan ekosistem tersebut.

Jika target Anda adalah area lain, bahasa lain mungkin lebih relevan sebagai fokus utama.

Apakah PHP Akan Hilang?

Pertanyaan ini sering muncul ketika seseorang mempertimbangkan investasi waktu untuk belajar sebuah teknologi.

Masalahnya, tidak ada sumber yang dapat memastikan dengan akurat kapan sebuah bahasa pemrograman akan hilang dari penggunaan.

Karena itu, daripada membuat prediksi, lebih baik melihat kondisi yang dapat diamati.

Pada 2026:

  • PHP masih digunakan pada sebagian besar website yang server-side language-nya diketahui menurut W3Techs.
  • PHP masih memiliki beberapa versi yang mendapatkan dukungan resmi.
  • PHP 8.5 telah dirilis dan membawa fitur baru.
  • Laravel terus memiliki rilis dan dokumentasi aktif.
  • WordPress masih menggunakan PHP sebagai teknologi server-side utamanya dan merekomendasikan PHP 8.3 atau lebih baru untuk instalasi modern.

Fakta-fakta tersebut menunjukkan kondisi PHP saat ini.

Namun, fakta tersebut bukan jaminan tentang kondisi PHP sepuluh atau dua puluh tahun mendatang.

Baca juga:  Roadmap Belajar Flutter dari Nol Sampai Siap Kerja

Untuk developer, pendekatan yang lebih aman adalah membangun fundamental programming dan web development, bukan hanya bergantung pada satu bahasa.

Dengan fundamental yang kuat, mempelajari bahasa lain di kemudian hari menjadi lebih mudah.

PHP Masih Relevan untuk Siapa?

PHP dapat menjadi materi pembelajaran yang relevan bagi beberapa kelompok.

Pemula Web Development

Jika Anda baru mulai belajar web development, PHP dapat digunakan untuk memahami bagaimana website dinamis bekerja dari sisi server.

Calon Backend Developer

PHP dapat digunakan sebagai dasar untuk mempelajari backend development, terutama jika dilanjutkan dengan database, API, authentication, testing, deployment, dan framework.

Calon Laravel Developer

Laravel membutuhkan PHP.

Karena itu, pemahaman PHP tetap menjadi fondasi penting sebelum masuk lebih jauh ke Laravel.

WordPress Developer

Karena WordPress dibangun terutama menggunakan PHP, pemahaman PHP dapat membantu developer melakukan custom development, membuat theme, plugin, integrasi, maupun troubleshooting. WordPress sendiri terus memperbarui kompatibilitasnya terhadap versi PHP yang lebih baru.

Developer yang Menangani Aplikasi Legacy

Pemahaman PHP juga dapat berguna ketika harus membaca dan memelihara aplikasi yang sudah lama berjalan.

Dalam kondisi ini, kemampuan memahami kode lama dan kemudian memperbaikinya secara bertahap dapat menjadi keterampilan yang berbeda dari sekadar membuat aplikasi baru.

Apakah PHP Masih Relevan untuk Karier?

Untuk pertanyaan karier, penting membedakan antara relevansi teknologi dan jaminan hasil karier.

Bahwa PHP masih banyak digunakan tidak otomatis berarti setiap orang yang belajar PHP akan mendapatkan pekerjaan.

Begitu pula jumlah penggunaan teknologi tidak dapat digunakan sebagai ukuran langsung terhadap jumlah lowongan atau besarnya pendapatan developer.

Namun, penggunaan PHP pada website, keberadaan framework seperti Laravel, WordPress, aplikasi legacy, serta ekosistem PHP menunjukkan bahwa PHP masih memiliki konteks profesional yang nyata pada 2026.

Jika tujuan Anda adalah karier web development, pertimbangkan PHP sebagai bagian dari kumpulan skill.

Jangan berhenti pada:

"Saya bisa PHP."

Lebih baik targetkan kemampuan seperti:

"Saya bisa membangun, menguji, mengamankan, menggunakan database, menyediakan API, dan melakukan deployment aplikasi web berbasis PHP."

Perbedaan tersebut cukup penting.

PHP Modern yang Sebaiknya Dipelajari

Jika Anda memutuskan untuk belajar PHP pada 2026, jangan menjadikan PHP 5 atau pola coding lama sebagai target utama.

Fokuskan pembelajaran pada:

  • PHP 8.x,
  • syntax modern,
  • type system,
  • OOP,
  • exception handling,
  • namespaces,
  • Composer,
  • dependency management,
  • database,
  • PDO,
  • HTTP,
  • REST API,
  • authentication,
  • security,
  • testing,
  • Git,
  • deployment,
  • dan framework modern seperti Laravel jika sesuai dengan tujuan Anda.

PHP 8.5 juga menunjukkan bahwa bahasa ini masih mendapatkan fitur baru, bukan sekadar menerima patch keamanan.

Namun, Anda tidak harus langsung mempelajari seluruh fitur PHP 8.x.

Untuk pemula, fundamental tetap lebih penting.

Pelajari konsepnya terlebih dahulu.

Setelah itu, gunakan fitur modern ketika memang membantu membuat kode lebih jelas, aman, dan mudah dipelihara.

Bagaimana Cara Belajar PHP yang Relevan di 2026?

Jika Anda benar-benar mulai dari nol, pembelajaran dapat dibuat bertahap.

Tahap 1 — Kenali PHP dan Web

Pahami:

  • apa itu PHP,
  • fungsi PHP,
  • cara kerja PHP,
  • hubungan browser dan server,
  • HTML,
  • web server,
  • dan database.

Tahap 2 — Pelajari Syntax Dasar

Mulai dengan:

  • variable,
  • operator,
  • conditional,
  • loop,
  • array,
  • string,
  • function,
  • dan basic input/output.

Tahap 3 — Pelajari PHP Modern

Kemudian lanjutkan ke:

  • type declaration,
  • function modern,
  • exception,
  • namespace,
  • OOP,
  • interface,
  • trait,
  • enum,
  • readonly,
  • dan fitur PHP 8.x yang relevan.

Tahap 4 — Database

Pelajari:

  • SQL,
  • MySQL atau MariaDB,
  • CRUD,
  • relationship,
  • prepared statement,
  • dan transaction.

Tahap 5 — Bangun Project

Jangan hanya membaca tutorial.

Buat project seperti:

  • login system,
  • CRUD aplikasi,
  • blog,
  • inventory,
  • sistem informasi,
  • dashboard,
  • atau REST API sederhana.

Tahap 6 — Composer dan Git

Setelah memahami dasar, mulai gunakan:

  • Composer,
  • Git,
  • environment configuration,
  • dan struktur project yang lebih profesional.

Tahap 7 — Framework

Barulah masuk ke framework seperti Laravel jika sesuai dengan tujuan Anda.

Dengan pendekatan tersebut, Anda tidak hanya belajar bahasa PHP.

Anda belajar web development menggunakan PHP.

Itulah kemampuan yang lebih berguna dalam praktik.

FAQ tentang Relevansi PHP

Apakah PHP masih relevan di tahun 2026?

Ya, data penggunaan dan perkembangan resminya menunjukkan bahwa PHP masih digunakan dan dikembangkan pada 2026. W3Techs mencatat PHP digunakan oleh 69,8% website dengan server-side programming language yang diketahui pada akhir September 2026. PHP juga masih memiliki beberapa versi yang mendapatkan dukungan resmi.

Apakah PHP masih populer?

PHP masih memiliki penggunaan yang besar di web. Namun, istilah “populer” perlu dijelaskan berdasarkan metrik yang digunakan. Data W3Techs mengukur penggunaan teknologi pada website, bukan jumlah developer, jumlah lowongan kerja, atau kualitas teknologi.

Apakah belajar PHP di 2026 masih layak?

Kelayakannya bergantung pada tujuan Anda. PHP dapat menjadi pilihan pembelajaran yang relevan jika Anda ingin masuk ke web development, backend, Laravel, WordPress, atau ekosistem aplikasi PHP.

Apakah PHP cocok untuk pemula?

PHP dapat menjadi salah satu bahasa yang dipelajari pemula untuk memahami server-side web development. Namun, hasil belajar akan lebih baik jika PHP dipelajari bersama HTML, CSS, database, HTTP, Git, dan konsep pemrograman dasar.

Apakah harus belajar PHP sebelum Laravel?

Memahami PHP sebelum Laravel sangat membantu karena Laravel merupakan framework PHP. Dengan memahami dasar bahasa, Anda akan lebih mudah memahami konsep yang digunakan framework.

Apakah PHP hanya untuk website?

Tidak. PHP juga dapat digunakan untuk backend, REST API, command-line scripts, automation, dan berbagai aplikasi server-side.

Apakah PHP 8 masih relevan?

Ya. Pada 2026, beberapa versi PHP 8.x masih mendapatkan dukungan resmi, termasuk PHP 8.2, 8.3, 8.4, dan 8.5.

Apakah PHP 8.5 sudah tersedia?

PHP 8.5 dirilis pada 20 November 2025 dan menjadi salah satu versi PHP yang masih mendapatkan dukungan resmi pada 2026.

Apakah masih ada website yang menggunakan PHP lama?

Ya. Data penggunaan versi PHP W3Techs menunjukkan bahwa PHP 7 dan bahkan PHP 5 masih muncul dalam statistik penggunaan web. Kondisi ini merupakan bagian dari masalah legacy yang masih ada di ekosistem web.

Namun, penggunaan versi lama tidak berarti developer baru sebaiknya memulai dari versi lama.

Untuk pembelajaran dan proyek baru, fokus sebaiknya diarahkan pada versi PHP yang masih mendapatkan dukungan.

Kesimpulan

Jadi, apakah PHP masih relevan untuk dipelajari?

Pada 2026, PHP masih digunakan secara luas di web, masih mendapatkan pengembangan dan dukungan resmi, memiliki versi modern seperti PHP 8.5, serta tetap menjadi bagian dari ekosistem seperti Laravel dan WordPress.

Namun, relevansi PHP tidak berarti PHP harus menjadi pilihan untuk semua orang.

Pertanyaan yang lebih tepat adalah apakah PHP sesuai dengan tujuan belajar dan jenis aplikasi yang ingin Anda bangun.

Jika Anda ingin belajar:

  • web development,
  • backend,
  • website dinamis,
  • aplikasi bisnis,
  • WordPress,
  • Laravel,
  • database-driven application,
  • atau REST API,

PHP masih memiliki tempat yang jelas dalam ekosistem tersebut.

Yang perlu dihindari adalah mempelajari PHP hanya berdasarkan tutorial lama tanpa memahami perkembangan ekosistemnya.

Mulailah dari fundamental, gunakan PHP modern, pahami database dan HTTP, pelajari Git dan Composer, kemudian lanjutkan ke framework jika dibutuhkan.

Dengan pendekatan tersebut, Anda tidak sekadar belajar bahasa pemrograman yang sudah berusia puluhan tahun. Anda sedang mempelajari salah satu teknologi yang masih digunakan untuk membangun dan memelihara aplikasi web pada 2026.

Artikel selanjutnya adalah PHP vs JavaScript, pahami perbedaan fungsi, cara kerja, frontend, backend, database, API, framework, hingga kapan sebaiknya menggunakan PHP atau JavaScript.

Bagikan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait
php vs javascript
CodingPHP

PHP vs JavaScript: Perbedaan dan Kapan Menggunakannya

PHP vs JavaScript: pahami perbedaan fungsi, cara kerja, frontend, backend, database, API,...

roadmap belajar php
CodingPHP

Roadmap Belajar PHP dari Pemula hingga Mahir

Roadmap belajar PHP dari nol hingga mahir, mulai dari syntax, database, OOP,...

belajar bahasa dart dari nol
CodingFlutter

Belajar Bahasa Dart dari Nol: Panduan Lengkap untuk Pemula

Belajar bahasa Dart dari nol untuk Flutter mulai dari syntax, variabel, tipe...

dasar pemrograman sebelum belajar flutter
CodingFlutter

Dasar Pemrograman Sebelum Belajar Flutter untuk Pemula

Pelajari dasar pemrograman sebelum Flutter mulai dari variabel, tipe data, operator, kondisi,...